Siapa yang Hrus Berfatwa

الدعوة إلى الله وظيفة كل الأمة،أماالفتاوى في مسائل الأحكام فوظيفة أهل العلم المختصين بذلك،ومن علم حكما نقله عنهم وإلا دل المستفتي عليه……
……،والدال على الخير كفاعله،وكان الصحابة مع علمهم يتدافعون الفتوى،والمفتون فيهم قليل كمعاذ،وعلي،وزيد بن ثابت،وابن عباس.
فالفتوى ليست لكل أحد، بخلاف الدعوة فكل يدعو بحسب علمه وإن قل(بلغوا عني ولو آية)
“Berda’wah di jalan Allan Allah adalah kewajiban seluruh Ummat, Adapun berfatwa dalam masalah-masalah hukum, maka itu tugas para ulama spesialis dalam masalah itu, dan barang siapa yang mengetahui suatu ilmu maka hendaklah ia mengutifnya dari mereka, dan apabila ia tidak tahu, maka hendaklah ia mengarahkan pemohon fatwa kepada para ulama tersebut…karena orang yang menunjukkan kepada kebaikan seperti orang yang melakukannya. Para Sahabat Rodhiyallahu anhum dengan keluasan keilmuannya, mereka saling melimpahkan fatwa kepada sahabat yang lain (yang dianggap lebih alim darinya, pent), karenanya orang yang berfatwa di tengah-tengah mereka begitu sedikit, sepeti Muadz bin Jabal, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan Ibnu Abbas. maka berfatwa bukan hak bagi setiap orang, dan hal ini berbeda dengan berda’wah, setiap orang bisa berda’wah sesuai dengan ilmu yang dimilikinya walaupan sedikit “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.”

(Dikirim untuk Member Islamic Center Mu’adz bin Jabal oleh Syeikh Abdullatif Al Muhaisy -Hafidzahullah-, Imam Mesjid Agung Dammam, KSA dan Dewan penasehat / Pendiri Islamic Center Muadz bin Jabal Kendari)

~ oleh sangtrainercilik pada 30/01/2010.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: