Mati di Lantai Dansa

Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu…..

Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.

Di sanalah wanita tersebut diundang. Ia mulai berdansa dan menari mengikuti irama lagu hingga selama beberapa jam. Dia memakai gaun hanya beberapa potong kain saja yang menutupi beberapa bagian tubuhnya…

Dia berbusana namun telanjang. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian itu…..

Wanita itu terus berdansa dan menari hingga akhirnya dia jatuh pingsan di atas panggung sebelum kedua mempelai itu datang.

Para undangan wanita berusaha keras untuk menyadarkannya, akan tetapi tidak ada faedahnya. Lalu salah seorang teman perempuan pedansa yang diundang itu maju ke panggung dan berkata, “Aku tahu bagaimana menyadarkannya. “Tambahkanlah musik dan gendang di sekitar kedua telinganya, maka ia akan bangkit dan sadar…”

Maka mereka pun menambah suara musik di sekitarnya selama beberapa menit, akan tetapi tetap saja tidak berguna…

Lalu sebagian undangan wanita memeriksanya, dan mereka mendapatinya telah mati!!!

Mereka pun segera menutupinya. Namun terjadi sesuatu yang mengejutkan yang belum pernah dibayangkan oleh seorang pun…

Aduhai, betapa dahsyatnya….

Mayat itu tersingkap!!

Kain penutup yang digunakan untuk menutupinya tidak dapat menyelimuti tubuhnya. Kain penutup itu terbang setiap kali mereka berusaha untuk menutupi jasadnya, kain itu tersingkap naik ke atas dari salah satu sisinya. Sesekali kain penutup itu tersingkap dari arah dada, dan sesekali dari arah kedua paha, dan sesekali pula dari arah kepala dan kaki. Demikianlah seterusnya…..

Di tengah-tengah kejadian itu sebagian undangan wanita mengutus seseorang untuk memanggil suami wanita tersebut…

Mereka berusaha untuk menutupinya dengan kain penutup, akan tetapi tidak ada manfaatnya. Setiap kali mereka menutupinya, maka terbanglah kain penutup itu dari atasnya. Keadaan seperti itu terus berlangsung di tengah-tengah ketakutan para pengunjung wanita.

Beberapa saat kemudian, suaminya pun hadir dan dengan segera berusaha menutupi tubuh istrinya dengan kain mantelnya. Dia memegang satu ujung kain penutup itu, tetapi terangkatlah ujung yang lainnya. Ia memegang ujung yang lain, lalu ujung yang keempatnya terangkat. Keadaan seperti itu terus berlangsung sampai mereka meng-angkat wanita tersebut untuk dimandikan dan dikubur.

Kejadian yang mengejutkan kedua terjadi ketika mayat wanita itu dimandikan.

Demikianlah, hal itu terjadi pula pada kain kafan. Tatkala mereka meletakkan kain kafan di atasnya, maka terangkatlah ia dan menyingkap. Mereka berusaha berulang kali, namun tanpa faedah…..

Kerabat-kerabatnya yang hadir pada saat itu bertanya kepada salah seorang undangan tentang masalah ini dan dijawab,

“Dia dikubur sebagaimana adanya……”

Itulah bagiannya, dan itulah dunia yang ia usahakan. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Maka ia pun dikubur sebagaimana halnya……. dengan telanjang.

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita akan kembali).

DiSalin dari : Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?, Ummu Abdillah, Pustaka elba 2008

~ oleh sangtrainercilik pada 23/01/2010.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: